Thursday, March 22, 2012

Pementasan Kawin Ucing




Seekor kucing mengeong pelan, kucing yang lain membalasnya juga dengan suara pelan. Suara kedua kucing itu lama-lama semakin keras dan semakin keras saling membalas satu sama lain sehingga menimbulkan suara berisik dan gaduh di telinga. Suara mereka kemudian berhenti setelah seorang janda melemparkan panci, piring seng, centong, dan perkakas dapur lainnya sehingga menimbulkan suara gaduh yang lain. Namun siapa sangka ternyata aksi janda itu, Sumini (diperankan Cintia Mamen) mendapat balasan yang tidak kalah hebat berisiknya. Orang yang membalasnya ternyata janda juga, Jumsih (Dienar Siti Fauziah) dan aksi mereka berbuntut panjang ke perang mulut dan hampir adu jotos.
Di tengah-tengah situasi 'genting' itu, suara kucing-kucing mengeong guntreng tadi (diilustrasikan oleh Dewa Agustien dan Diki Jalan Sesama) kembali terdengar dan seketika pertengkaran itu pun bubar dengan sendirinya. Suasana hening dan sunyi kemudian melanda. Dari balik layar hitam muncul seorang kakek, Abah Emo (Ridwan Cano) lalu dia bertemu dengan seorang nenek, Ambu Epo (Dewi Anjanie). Satu sama lain terlihat malu-malu, senyam-senyum mirip ABG kasarung lawan jenisnya ketika memasuki masa pubertas.
Seiring waktu cinta mereka bersemi. Ocon-guyon, heureuy ngaler ngidul teu nyambung, tual-toel, dan kemesraan layaknya anak muda terjalin begitu harmonis. Beger mindo istilah Sundanya. Namun sepintar-pintar tupai melompat akhirnya jatuh juga. Hubungan mereka tercium oleh anak mereka masing-masing (Sumini dan Jumsih), tapi inilah awal dari perdamaian dua janda musuh bebuyutan itu sekaligus pengikraran cinta kucing piaran mereka, Emen dan Iceu

oleh: Kikin Kuswandi, S.Pd.

0 comments:

Post a Comment